Qodari: Prabowo Pastikan Persoalan Dalam Negeri Tertangani Sebelum ke Luar Negeri

55 minutes ago 15

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto memastikan penanganan berbagai persoalan di dalam negeri berjalan dengan baik sebelum menjalankan agenda kunjungan ke Rusia pada beberapa Waktu lalu. Langkah itu dilakukan di tengah sejumlah tantangan domestik, termasuk bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, Presiden Prabowo memahami berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari harga kebutuhan pokok, lapangan kerja hingga bencana alam.

"Karena itu sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri Presiden Prabowo selalu memastikan lebih dulu bahwa semua persoalan di dalam negeri sudah ditangani dengan baik," kata Qodari, dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Qodari mencontohkan sejumlah agenda Presiden Prabowo dalam memantau langsung penanganan bencana dan karhutla sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri. Pada 22 Agustus 2026, Prabowo terbang ke Kalimantan Barat. Di sana, Presiden menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, jajaran pemerintah daerah, serta meninjau langsung penanganan karhutla untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai kondisi di lapangan.

Prabowo kemudian melanjutkan kunjungan ke Kalimantan Tengah untuk kembali mengecek sekaligus memimpin penanganan karhutla. Dua hari kemudian, pada 24 Agustus 2026, Presiden berkunjung ke Riau dan Palembang untuk memimpin rapat serta memastikan penanganan karhutla berjalan.

Tak berhenti di sana, pada 26 Agustus 2026, Prabowo juga mendatangi Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa. Presiden sekaligus memastikan bantuan dan penanganan pascabencana berjalan dengan baik.

Menurut Qodari, rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa persoalan dalam negeri tetap menjadi perhatian Presiden, meski di saat yang sama pemerintah menjalankan diplomasi di tingkat internasional.

"Pemerintah memahami bahwa publik kerap bertanya, apa manfaat langsung dari kunjungan luar negeri Presiden ke Rusia beberapa hari lalu?" ujar Qodari.

Ia menilai pertanyaan tersebut wajar, mengingat kunjungan Presiden ke Rusia berlangsung ketika Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan domestik, termasuk gempa bumi di NTT serta karhutla di sejumlah provinsi.

Namun, Qodari menegaskan bahwa agenda luar negeri Presiden juga diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan mencari peluang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

"Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia," katanya.

Sejahterakan Masyarakat Indonesia

Qodari menjelaskan, semakin banyak peluang ekonomi yang dibuka melalui diplomasi, semakin besar pula potensi investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri nasional, hingga ketahanan ekonomi Indonesia.

Hal itu, menurut dia, tercermin dalam kunjungan Prabowo ke Rusia dan kehadirannya dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Dalam forum tersebut, Presiden mengajak pelaku usaha global untuk berinvestasi dan menciptakan nilai tambah di Indonesia.

Prabowo juga mendorong Rusia untuk menggandakan nilai perdagangan bilateral apabila kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia resmi berlaku.

Selain perdagangan dan investasi, Presiden turut mendorong penguatan kerja sama Indonesia-Rusia di bidang pangan dan energi.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi ketidakpastian global.

Qodari menegaskan, penanganan persoalan dalam negeri dan diplomasi luar negeri bukan dua agenda yang saling bertentangan. Keduanya justru dijalankan secara bersamaan untuk mencapai tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Oleh karena itu, bagi Indonesia, mengatasi tantangan di dalam negeri dan memperjuangkan kepentingan nasional melalui diplomasi bukanlah dua hal yang bertentangan," kata Qodari.

"Keduanya merupakan tugas yang dijalankan secara bersamaan, saling melengkapi, dan bertujuan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia," lanjutnya.

Ia menambahkan, masyarakat Indonesia harus menjadi penerima manfaat utama dari setiap langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah.

Dengan demikian, kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia tidak hanya dipandang sebagai agenda hubungan luar negeri, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat kepentingan nasional, membuka peluang ekonomi, serta membangun ketahanan Indonesia di tengah dinamika global.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |