UIN Walisongo Mulai Kantongi Identitas Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Mahasiswi

2 days ago 21

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang telah mengantongi identitas dosen yang menjadi terduga pelaku pelecehan seksual terhadap mahasiswi di kampus tersebut. Namun saat ini proses pengumpulan bukti, termasuk keterangan saksi, masih dilakukan. 

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang, Kurnia Muhajarah, mengungkapkan, pihaknya memperoleh informasi soal kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen di kampus tersebut pada 5 Mei 2026. Setelah menerima informasi itu, pihaknya langsung memulai proses penyelidikan dan pengumpulan bukti-bukti. 

Menurut Kurnia, hingga kini belum ada mahasiswi terduga korban yang secara resmi melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Namun pihaknya terus melakukan pendalaman dan mengumpulkan bukti. 

"Kalau dugaan (pelaku) itu sudah ada, sudah menjurus. Tapi karena itu masih dugaan, jadi masih belum bisa di-up," ujar Kurnia seusai menghadiri dialog publik dan mimbar bebas yang digelar mahasiswa UIN Walisongo untuk membahas kasus kekerasan seksual di kampus tersebut, Senin (11/5/2026). 

Dia menambahkan, tugas tim Satgas PPKS dan PSGA UIN Walisongo hanya menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan dosen. "Untuk pemanggilan terduga dan macam-macam, itu tidak dalam ranah dari Satgas PPKS," ucapnya. 

Menurut Kurnia, pemanggilan terduga pelaku nantinya menjadi wewenang pimpinan dan komite etik UIN Walisongo. "Hasil investigasi sementara sudah kami laporkan ke pimpinan. Jadi kami sudah berproses," ujarnya. 

Guna mempermudah dan mempercepat proses investigasi, Kurnia mendorong terduga korban untuk melapor. Dia menjamin, identitas terduga korban akan dilindungi dan dirahasiakan. "Jadi mohon untuk korban bisa berbicara, melapor," kata Kurnia. 

Dalam dialog publik dan mimbar bebas, sejumlah mahasiswa UIN mengekspresikan kritik mereka terkait kasus pelecehan seksual dengan beragam cara, seperti orasi dan pembacaan puisi. Mereka pun membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak Kekerasan Seksual". 

"Aksi pada hari ini menunjukkan refleksi bahwasannya mahasiswa menolak keras adanya kekerasan seksual yang terjadi di UIN Walisongo," kata Koordinator Eksospol Kelompok Studi Mahasiswa UIN Walisongo, Farid Muhammad, ketika diwawancara di sela-sela acara. 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |