PACITAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dua gempa bumi tercatat mengguncang wilayah Jawa Timur pada Kamis (3/9/2026) dini hari. Salah satu yang cukup terasa terjadi di laut selatan Pacitan dengan magnitudo 4,4, disusul gempa berkekuatan 2,5 yang berpusat di barat daya Banyuwangi.
Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun resmi X @infoBMKG. Gempa pertama tercatat pada pukul 03.52.36 WIB dengan lokasi episenter 9,00 Lintang Selatan dan 111,28 Bujur Timur.
BMKG menyebut pusat gempa berada di laut, sekitar 94 kilometer sebelah selatan Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.
Meski tidak tergolong gempa besar, getarannya dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Berdasarkan laporan intensitas yang diterima BMKG, gempa M4,4 tersebut dirasakan dengan skala:
✓ III MMI di Pacitan
✓ II MMI di Lumajang
✓ II MMI di Blitar
✓ II MMI di Malang
✓ II MMI di Tulungagung
Skala III MMI umumnya menggambarkan getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah, sementara benda-benda ringan yang tergantung dapat bergoyang.
Belum selesai sampai di situ, BMKG kembali mencatat gempa pada pagi harinya.
Pada pukul 05.01.55 WIB, gempa berkekuatan M2,5 terjadi di koordinat 8,59 LS dan 114,13 BT. Episenter berada sekitar 48 kilometer barat daya Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kedalaman 102 kilometer.
Berbeda dengan gempa di selatan Pacitan yang dangkal, gempa Banyuwangi tersebut memiliki kedalaman lebih dari 100 kilometer.
BMKG mengingatkan bahwa informasi gempa yang disampaikan pada tahap awal mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data masih dapat mengalami perubahan.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Dua kejadian tersebut kembali menunjukkan aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Timur dan kawasan selatan Pulau Jawa yang perlu terus dipantau.
Masyarakat di wilayah yang merasakan getaran diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum berasal dari sumber resmi. Untuk perkembangan terbaru terkait gempa bumi, masyarakat dapat memantau informasi BMKG. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.


















































