719 Pengurus Muslimat NU Wonogiri Dilantik, Stunting hingga Pernikahan Dini Jadi PR

1 day ago 20
NUPelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Dok. Panitia

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 719 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri resmi dilantik. Setelah struktur organisasi tingkat kecamatan terbentuk, pekerjaan berikutnya adalah memperkuat jaringan hingga tingkat ranting dan memperbesar kontribusi Muslimat NU dalam persoalan sosial masyarakat.

Pelantikan pengurus PAC Muslimat NU se-Kabupaten Wonogiri tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Minggu (6/9/2026). Kegiatan dihadiri Pj. Ketua PC Muslimat NU Wonogiri Siti Rukayah, Ketua PCNU Wonogiri Mubarok, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Kepala Kemenag Wonogiri Haryadi, Ketua GOW Wonogiri Sri Sundarini, serta Ketua PDA ‘Aisyiyah Wonogiri Yuliatun.

Doa dalam kegiatan tersebut dipimpin Rois Syuriyah PCNU Wonogiri, KH Sutrisno Yusuf.

Ketua PCNU Wonogiri, Mubarok, meminta kepengurusan Muslimat NU yang baru dilantik tidak berhenti pada penguatan organisasi. Ia mendorong jajaran PAC membangun kerja sama dengan pemerintah hingga tingkat desa untuk menangani berbagai persoalan yang langsung menyentuh keluarga.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pencegahan stunting dan pernikahan dini.

“PAC Muslimat supaya mendukung program mencegah stunting, mencegah pernikahan dini. Pernikahan dini harus dicegah karena dampaknya sangat besar, yaitu berkontribusi bagi tingginya angka stunting dan tingginya kematian ibu karena belum siapnya alat-alat reproduksi wanita,” jelas Mubarok.

Ia meminta Muslimat NU ikut memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Menurutnya, posisi organisasi perempuan tersebut cukup strategis karena kadernya berada dekat dengan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Oleh karena itu Muslimat NU harus mengedukasi dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Mubarok berharap struktur PAC hingga ranting tidak hanya berfungsi secara administratif. Organisasi tersebut harus mampu menjadi penggerak kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Di sisi lain, Pj. Ketua PC Muslimat NU Wonogiri, Siti Rukayah, menyampaikan bahwa seluruh PAC Muslimat NU di 25 kecamatan telah terbentuk.

“Alhamdulillahi robbil ‘alamin, pada hari ini kita dapat menyelenggarakan pelantikan PAC sejumlah 25 kecamatan. Alhamdulillah semua sudah terbentuk kepengurusannya,” ungkap Siti.

Dari struktur yang telah berjalan, sebanyak 116 ranting Muslimat NU telah memiliki SK dan tersebar di 14 PAC. Jumlah tersebut sekaligus menjadi pekerjaan lanjutan bagi pengurus yang baru dilantik untuk memperluas pembentukan ranting di wilayah yang belum memiliki struktur resmi.

Siti mengatakan, berbagai kegiatan Muslimat NU sebenarnya telah banyak berjalan di tingkat desa maupun RW. Namun, belum seluruhnya terorganisasi secara formal dalam struktur kepengurusan.

Karena itu, penguatan ranting menjadi salah satu pekerjaan penting agar aktivitas kader di tingkat bawah dapat terhubung dengan struktur organisasi secara lebih baik.

Dalam pelantikan tersebut juga disampaikan amanah Kongres ke-18 Muslimat NU di Surabaya melalui sejumlah program strategis. Tiga di antaranya adalah Mustika Darling (Muslimat Sadar Lingkungan), Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem), dan Mustika Segar (Muslimat Cantik, Sehat, dan Bugar).

Program tersebut diharapkan dapat diterjemahkan sesuai kebutuhan masyarakat di tingkat PAC, ranting, hingga anak ranting.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menilai Muslimat NU memiliki peran penting sebagai salah satu kekuatan sosial keagamaan di daerah. Ia berharap pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan amanah organisasi sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

“Muslimat NU hadir menjadi salah satu kekuatan sosial keagamaan yang mengemban visi dalam membangun keluarga dan tanggung jawab membangun Wonogiri khususnya,” ujar Setyo Sukarno.

Menurut Bupati, Muslimat NU memiliki potensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan pembangunan, terutama yang berkaitan dengan keluarga, kualitas sumber daya manusia, kesehatan, serta persoalan sosial di tingkat masyarakat.

Dengan telah dilantiknya 719 pengurus dari 25 kecamatan, konsolidasi Muslimat NU Wonogiri kini memasuki tahap berikutnya. Penguatan jaringan ranting dan penerjemahan program organisasi di tingkat bawah menjadi kunci agar keberadaan Muslimat NU semakin dekat dengan kebutuhan warga.

Targetnya bukan hanya memperkuat struktur, tetapi memastikan kader di tingkat kecamatan hingga desa memiliki ruang untuk bergerak dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat Wonogiri. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |