Bantuan Bertambah, Kemenkes Salurkan 11 Ambulans di Aceh Tamiang untuk Pemulihan Sumatra

3 hours ago 7

INFO TEMPO – Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra (Satgas PRR) kembali menyalurkan bantuan berupa 11 unit ambulans untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 4 Mei 2026.

Kehadiran armada baru ini diharapkan memperkuat layanan rujukan pasien, terutama di wilayah terdampak yang masih menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur. Selain ambulans, Kemenkes juga menyalurkan enam unit genset guna mendukung operasional fasilitas kesehatan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bantuan ini diberikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang sempat terganggu akibat banjir pada November 2025. Selama masa tanggap darurat hingga pemulihan, tenaga kesehatan tetap berjibaku melayani masyarakat di tengah berbagai keterbatasan.

“Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyisakan berbagai persoalan kesehatan, terutama bagi masyarakat terdampak,” ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaluddin. “Kita menyaksikan bagaimana tenaga kesehatan tetap melayani saat bencana, meskipun tidak dibayar BPJS. Kami hadir di depan untuk itu.”

Agus juga mengingatkan jajaran RSUD Muda Sedia dan puskesmas agar tidak membiarkan kendala administrasi, seperti hilangnya KTP warga terdampak, menjadi penghambat klaim. "Gunakan diskresi juknis yang ada, cukup surat keterangan dari desa. Jangan sampai dana yang sudah disiapkan justru tidak terserap," tambahnya.

Selain bantuan fisik, Kemenkes mendorong Dinas Kesehatan Aceh Tamiang untuk membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) atau Emergency Medical Team yang terlatih dalam manajemen bencana. Agus berpesan agar personel yang telah dilatih nantinya tidak mudah dimutasi agar kesiapsiagaan daerah tetap terjaga secara berkelanjutan.

"Jangan sampai saat bencana terjadi, manajemen kita kembali ke nol karena SDM-nya diganti. Kita harus belajar dari musibah yang sudah dilalui," ia menegaskan. “Kami dari Pusat Krisis siap melatih manajemen bencana.”

Kendati demikian, Agus mengingatkan bahwa dukungan pemerintah pusat perlu diimbangi dengan kesiapan daerah dalam mengoptimalkan layanan kesehatan. Ia menyoroti masih rendahnya penyerapan klaim layanan kesehatan darurat, meskipun anggaran telah disiapkan. “Kolaborasi pusat dan daerah harus terjalin baik. Kami di pusat memikirkan daerah, dan daerah harus memastikan derajat kesehatan rakyatnya meningkat,” ujar Agus.


Bantuan Berlanjut
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menyalurkan bantuan tahap awal berupa 7 unit ambulans untuk Kabupaten Aceh Tamiang tidak lama setelah banjir melanda wilayah tersebut. Bantuan awal itu difokuskan untuk menjaga layanan rujukan tetap berjalan di tengah keterbatasan fasilitas dan akses transportasi medis.

Memasuki tahap lanjutan, Kemenkes kembali menambah 11 unit ambulans ke wilayah yang sama. Penambahan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan di lapangan, sekaligus upaya memperkuat kapasitas layanan kesehatan, khususnya dalam menjangkau pasien di daerah terdampak.

Penyaluran ambulans ke Aceh Tamiang merupakan bagian dari program pemulihan kesehatan di Sumatra. Pada Maret silam, Kemenkes telah mendistribusikan 31 unit ambulans ke berbagai wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Saat itu Aceh Tamiang memperoleh 7 unit.

Penambahan 11 unit ke kabupaten ini menandakan kebutuhan transportasi medis masih menjadi tantangan utama dalam memastikan layanan kesehatan kembali menjangkau masyarakat secara optimal.

“Banjir tahun kemarin tidak hanya merusak infrastruktur, tapi melumpuhkan layanan kesehatan primer. Bantuan ambulans ini adalah respons cepat yang sangat kami butuhkan di masa transisi pemulihan ini,” kata Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Mustakim, merinci dari 11 unit ambulans yang diterima, 10 unit dialokasikan untuk puskesmas terdampak banjir, sementara satu unit lainnya untuk RSUD Muda Sedia. (*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |