Ratusan massa yang tergabung dalam Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Jawa Barat menggelar aksi damai solidaritas Palestina di Pelataran Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026). Aksi tersebut menyerukan dukungan kemerdekaan terhadap Palestina dan boikot global, serta menuntut pemerintah Indonesia mengambil sikap lebih tegas terhadap konflik Palestina.
REPUBLIKA.CO.ID, -Pengumuman Inggris mengenai larangan impor barang dari permukiman Israel di Tepi Barat Palestina yang diduduki memicu konfrontasi diplomatik antara London dan Israel.
Pemerintah Israel segera merespons dengan menjatuhkan sejumlah sanksi yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Inggris.
London tidak hanya memberlakukan larangan perdagangan terhadap produk-produk dari permukiman Israel, tetapi juga melontarkan tudingan keras.
Menteri Luar Negeri Inggris menuduh pemerintah Israel menutup mata terhadap tindakan yang disebutnya sebagai “pembersihan etnis” yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat Palestina.
Apa latar belakang ketegangan tersebut? Sanksi apa saja yang diberlakukan Inggris, bagaimana Israel membalasnya, dan bagaimana sikap Amerika Serikat?
Berikut ini 13 tanya jawab yang menjelaskan langkah berani Inggris, sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Rabu (9/9/2026).
1. Apa saja sanksi yang diberlakukan Inggris terhadap Israel?
Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengatakan pada Selasa bahwa Inggris akan melarang impor barang yang berasal dari permukiman Israel yang dianggap ilegal di Tepi Barat yang diduduki.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari tindakan terkoordinasi dengan sejumlah negara lain.
Dalam pidatonya di hadapan House of Commons, Miliband juga mengumumkan sanksi terhadap perusahaan dan individu yang menyediakan jasa untuk memperluas permukiman, termasuk jasa konstruksi, pembangunan infrastruktur, pembiayaan, dan properti.

1 hour ago
16
















































