Modifikasi Cuaca TPA Putri Cempo Tertunda, BMKG Pertimbangkan Kondisi Awan

3 hours ago 15
Kondisi TPA Putri Cempo sehabis kebakaran. Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Rencana pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membantu pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo pada Rabu (9/9/2026) terpaksa ditunda. Penyemaian garam di udara belum dapat direalisasikan lantaran kondisi ketersediaan awan potensial di atas kawasan Surakarta belum mendukung analisis teknis BMKG.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengonfirmasi bahwa kendati skenario TMC telah disiapkan sejak malam sebelumnya, faktor cuaca alami menjadi kendala utama di lapangan. Pihaknya tetap bersiap meluncurkan operasi hujan buatan tersebut begitu BMKG memberikan sinyal kemunculan awan yang memadai.

“Untuk modifikasi cuaca hari ini belum bisa dilaksanakan karena pertimbangan kondisi awan dari BMKG belum mendukung. Namun, kami tetap bersiap dan terus mengupayakan,” ungkap Ari.

Ari mengatakan, penanganan kebakaran saat ini terus dilakukan di Blok B setelah kebakaran di Blok C dan D1 dinyatakan terkendali.

Sisi selatan dan barat Blok B juga telah dikondisikan, sementara petugas melanjutkan penanganan di area yang berbatasan dengan jaringan sutet hingga IPAL.

Pemantauan kondisi titik panas dilakukan menggunakan drone termal setiap hari. Drone diterbangkan sekitar pukul 09.00 WIB sebelum pelaksanaan operasi dan kembali digunakan sekitar pukul 17.00 WIB untuk membandingkan kondisi area kebakaran.

“Setiap hari kita memakai drone termal itu jam 09.00 pagi sebelum teman-teman melaksanakan rencana operasi. Kemudian jam 5 sore kita mengambil drone lagi, sehingga kita bisa membandingkan kedua jam tersebut,” ucapnya.

Selain pemantauan udara, BPBD juga melakukan pembukaan jalur dan pemetaan area di Blok B untuk mendukung proses pemadaman. BNPB memberikan bantuan tiga ekskavator, dengan dua unit telah tiba dan segera dioperasikan untuk membantu petugas menyisir area Blok B.

Menurut Ari, area yang terdampak kebakaran di Blok B diperkirakan sekitar 11 persen dari luasan yang telah dipetakan, yakni 3,92 hektare. Angka tersebut masih dapat bertambah karena proses penghitungan dan penanganan di lapangan masih berlangsung.

Ari menambahkan, penyebab kebakaran TPA Putri Cempo belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian, sementara tumpukan sampah lama disebut berpotensi menghasilkan gas metana dan terdapat material lain seperti plastik yang mudah terbakar. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |