Prabowo Baru Bilang “Nanti Kita Bahas”, BMKG Sudah Siap Gabung Badan Geologi

4 hours ago 14
Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto baru melontarkan wacana penggabungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Badan Geologi pada Senin (7/9/2026). Saat itu, Prabowo menyebut gagasan tersebut masih akan dipikirkan dan dibahas lebih lanjut.

Namun, sehari setelahnya, BMKG sudah menyatakan siap bergabung dengan Badan Geologi. Sikap tersebut disampaikan Sekretaris Utama BMKG Guswanto saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Guswanto mengatakan BMKG akan mengikuti arahan Presiden terkait rencana penggabungan kedua lembaga tersebut.

“Untuk penggabungan itu, BMKG mengikuti dan siap melaksanakan arahan Presiden untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana,” kata Guswanto.

Pernyataan tersebut menarik karena sehari sebelumnya Prabowo belum menyatakan penggabungan BMKG dan Badan Geologi sebagai sebuah keputusan.

Dalam rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026), Prabowo justru menggunakan istilah kemungkinan dan menyebut wacana itu masih akan dibahas.

“Nanti kita pikirkan, apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi nanti kita bahas itu,” kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan wacana tersebut setelah rentetan bencana, mulai gempa hingga erupsi gunung berapi, terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam rapat itu, Prabowo juga meminta Kepala Badan Geologi Lana Saria untuk mempererat kerja sama dengan kementerian maupun lembaga lainnya.

Meski wacana integrasi tersebut disebut masih akan dibahas, BMKG pada keesokan harinya sudah menyatakan kesiapan untuk melaksanakan arahan Presiden.

Menurut Guswanto, BMKG dan Badan Geologi selama ini merupakan mitra strategis. Kedua lembaga, kata dia, memiliki misi yang sama, yakni memastikan keselamatan masyarakat.

“BMKG dan Badan Geologi saling melengkapi dalam rantai informasi ancaman bencana geofisika dan ancaman bencana kebumian, khususnya gempa, gunung api, dan tsunami,” ujarnya.

Guswanto menegaskan, fungsi pemantauan, analisis, serta penyebaran informasi mengenai ancaman bencana akan tetap berjalan.

“Dan akan terus diperkuat oleh arahan Bapak Presiden,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah wacana penggabungan BMKG dengan Badan Geologi sebelumnya pernah dikaji oleh BMKG, Guswanto tidak memberikan jawaban secara langsung.

“Tadi sudah dijawab,” katanya.

Guswanto juga menegaskan bahwa gagasan penggabungan tersebut berasal dari Presiden. Menurut dia, hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas yang membahas penanganan bencana.

“Dari Bapak Presiden. Sesuai tadi yang saya sampaikan, di dalam ratas Bapak Presiden menyampaikan itu,” katanya.

Badan Geologi sendiri selama ini berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sementara BMKG merupakan lembaga yang menjalankan fungsi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Hingga kini, Prabowo belum menjelaskan secara lebih rinci bentuk maupun mekanisme integrasi kedua lembaga tersebut. Dalam pernyataannya pada 7 September, Presiden baru menyebut kemungkinan penyatuan itu dan menegaskan bahwa hal tersebut masih akan dibahas. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |