Harga Emas Pekan Depan Berpotensi Sentuh Rp 2,9 Juta per Gram

3 days ago 35

Harga emas saat ini diperdagangkan di bawah level Rp 3 juta per gram seiring dinamika geopolitik dan geoekonomi global. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas saat ini diperdagangkan di bawah level Rp 3 juta per gram seiring dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Pada pekan depan, harga emas diprediksi bergerak pada kisaran Rp 2,75 juta hingga Rp 2,9 juta per gram.

Harga emas dunia tercatat ditutup di level 4.616 dolar AS per troy ons pada akhir perdagangan pekan ini. Sementara itu, harga logam mulia ditutup pada level Rp 2,79 juta per gram.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuibi memprediksi, jika harga emas dunia terkoreksi, level support-nya berada di 4.520 dolar AS per troy ons. Adapun level support kedua jika harga melemah berada di 4.389 dolar AS per troy ons.

Jika mengalami koreksi, harga logam mulia diprediksi bergerak di level Rp 2,78 juta per gram sebagai level support pertama. Sementara level support kedua berada di Rp 2,75 juta per gram.

Sementara itu, jika harga emas mengalami penguatan, level resistance pertama berada di 4.720 dolar AS per troy ons dan level resistance kedua sebesar 4.851 dolar AS per troy ons. Adapun harga logam mulia diproyeksikan menuju level Rp 2,86 juta per gram sebagai level resistance pertama dan Rp 2,9 juta per gram sebagai level resistance kedua.

“Jadi, pada saat harga logam mulia turun, kemungkinan besar pekan depan berada di Rp 2,75 juta per gram minimal. Kemudian, kalau menguat maksimal di Rp 2,9 juta per gram. Jadi ada selisih Rp 150 ribu per gram. Itu selisih dari support rendah dan resistance tinggi,” ujar Ibrahim dalam keterangan suara kepada wartawan, Ahad (10/5/2026).

Di samping itu, ia menerangkan prediksi indeks dolar AS pada pekan depan kemungkinan ditransaksikan di level 97,10, sedangkan level resistance-nya sebesar 100,60. Dengan demikian, terdapat indikasi dolar AS akan mengalami penguatan.

Untuk harga minyak mentah, ia memprediksi harga WTI crude oil pada pekan depan diperdagangkan pada level support sebesar 90 dolar AS per barel dan level resistance di 113 dolar AS per barel.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |