Rahasia Kulit Sehat Dimulai dari Dalam Tubuh

5 hours ago 12

KULIT sehat tidak cukup hanya mengandalkan perawatan dari luar. Menurut dokter spesialis dermatologi, venereologi dan estetik, Annisa Anjani Ramadhan, kondisi kulit merupakan refleksi dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Sebab itu, memerlukan gaya hidup yang seimbang untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Menigkatnya tren perawatan kulit saat ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kesehatan kulit. Namun, di sisi lain, masih banyak yang mengandalkan perawatan topikal untuk mendapatkan kulit yang sehat dan bercahaya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Padahal, kata Annisa, kesehatan kulit tidak dapat dipisahkan dari berbagai faktor internal yang mempengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh. Mulai dari pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga kondisi psikologis seseorang memiliki peran yang saling berkaitan dalam menjaga kesehatan kulit.

"Kulit pada dasarnya adalah refleksi dari kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu pendekatan terhadap kesehatan kulit tidak bisa dilakukan secara parsial hanya dari luar saja," ujar Annisa, saat jumpa pers  Tropicana Slim Wellness Day: Glow Up, Steal The Spotlight! di Jakarta, Sabtu, Sabtu, 6 Juni 2026.

Berbagai perawatan kulit modern, termasuk prosedur estetika yang kini semakin diminati pada dasarnya bekerja dengan merangsang kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan kulit. Proses tersebut membutuhkan dukungan nutrisi yang cukup agar hasil yang diperoleh dapat lebih optimal.

Termasuk penggunaan skincare, tetap penting sebagai bagian dari perawatan kulit sehari-hari. Namun, manfaatnya akan lebih maksimal apabila diiringi dengan pola hidup sehat yang konsisten. "Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu aspek saja. Perawatan luar penting, tetapi tubuh juga membutuhkan dukungan nutrisi, istirahat yang cukup, olahraga, dan kondisi mental yang baik," katanya.

Brand manager Noviana Halim dan dokter spesialis dermatologi, venerologi dan estetika Annisa Anjani dalam jumpa pers bertajuk "Troopicana Slim Wellness Da" di Jakarta, 6 Juni 2026. Tempo/Ghaeiza Kay Rasuffi

Asupan Gula hingga Kesehatan Mental

Salah satu faktor yang mendapat perhatian khusus dalam menjaga kesehatan kulit adalah konsumsi gula. Annisa mengatakan berbagai penelitian menunjukkan bahwa asupan gula berlebih dapat memicu inflamasi dan stres oksidatif dalam tubuh, yang kemudian berdampak pada percepatan proses penuaan sel.

Kondisi tersebut tidak hanya mempengaruhi kesehatan secara umum, tetapi juga dapat terlihat pada kondisi kulit, seperti berkurangnya elastisitas, munculnya tanda-tanda penuaan lebih cepat, serta menurunnya kemampuan regenerasi kulit. Karena itu, ia menilai pembatasan konsumsi gula tidak hanya penting dalam upaya mencegah penyakit metabolik seperti diabetes, tetapi juga menjadi bagian dari perawatan kulit dari dalam tubuh.

Tapi bukan berarti seseorang harus menghindari makanan manis sepenuhnya. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah konsumsi gula tambahan yang sering kali berasal dari minuman berpemanis, makanan olahan, kue, hingga berbagai camilan yang dikonsumsi sehari-hari.

Selain mengatur konsumsi gula, asupan nutrisi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Seperti kolagen, vitamin A, vitamin C, dan berbagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Tak hanya nutrisi, faktor lain yang tak kalah penting adalah menjaga kesehatan mental. Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan inflamasi dan stres oksidatif yang berdampak pada berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan kulit.

Untuk mengelola stres, lakukan aktivitas fisik secara rutin, dan aktivitas lain seperti menjalani hobi, matau menghabiskan waktu bersama keluarga. "Setiap orang memiliki cara berbeda untuk menjaga kesehatan mentalnya. Yang terpenting adalah menemukan aktivitas yang membuat tubuh dan pikiran tetap seimbang," kata Annisa.

Dalam kesempatan yang sama, brand manager Tropicana Slim, Noviana Halim, mengatakan saat ini masyarakat tidak hanya ingin terhindar dari penyakit, tetapi juga ingin tetap aktif, produktif, dan percaya diri seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut mendorong munculnya kesadaran baru bahwa kesehatan perlu dipandang secara lebih holistik. 

Ia menjelaskan bahwa konsep wellness mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari pola makan sehat, aktivitas fisik, kualitas tidur, pengelolaan stres, hingga kesehatan mental yang baik.

"Kami melihat masyarakat saat ini semakin menyadari bahwa kesehatan dan kecantikan tidak bisa dipisahkan. Apa yang terjadi di dalam tubuh akan tercermin pada kondisi fisik, termasuk kesehatan kulit," ujar Noviana.

Ghaeiza Kay Rasuffi berkontribusi dalam penulisan artikel ini 

Pilihan editor: Demam Minum Klorofil bagi Kecantikan

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |