Rupiah Melemah, Prabowo: Selama Purbaya Senyum, Tenang Saja

10 hours ago 16

PRESIDEN Prabowo Subianto menanggapi santai kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Prabowo berujar dirinya tak khawatir dengan kondisi ekonomi Indonesia selama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih bisa tersenyum.

Ketua Umum Partai Gerindra itu berujar saat ini Purbaya adalah sosok yang populer. "Purbaya sekarang populer banget. Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja enggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," kata Prabowo saat berpidato di Desa Tingul, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026 seperti disiarkan Sekretariat Presiden.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Prabowo menyebut naiknya dolar AS akan berpengaruh kepada orang-orang yang suka bepergian ke luar negeri. Ia sambil berseloroh menyebut beberapa nama, seperti Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati alias Titiek Soeharto yang juga mantan istri Prabowo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

"Yang pusing yang suka ke luar negeri. Ayo siapa ini? Mbak Titiek ini pusing ini. Menteri tapi pengusaha, coba kucek. Trenggono? Ada? Sudah enggak ke luar negeri, oh kau ke pulau-pulau," tutur Prabowo.

Prabowo juga menyebut nama Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Anindya Bakrie. "Rosan? Tapi enggak, dia sudah botak. Lu duduk aja. Anin, lu pusing boleh, lu pengusaha, lu Kadin," ucap Prabowo.

Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ini meminta agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan pergerakan rupiah terhadap dolar. Mantan menteri pertahanan ini menyebut kondisi Indonesia masih aman dibanding negara-negara lain, khususnya di sektor pangan dan energi.

Ia pun menanggapi santai kondisi tersebut karena masyarakat desa tidak menggunakan mata uang asing dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia tak khawatir dengan peringatan orang-orang soal rupiah yang melemah. "Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?" ucapnya.

Pada perdagangan Jumat pagi, 15 Mei 2026, rupiah sempat melemah hingga ke level Rp 17.600 per dolar AS. Angka ini adalah yang tertinggi sejak krisis moneter Asia pada 1997-1998.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah akan menembus level Rp 18.000 per dolar AS pada Mei 2026. “Kalau seandainya tembus Rp 18.000 di bulan Mei ini, ada kemungkinan besar rupiah itu akan menembus level Rp 22.000,” kata Ibrahim dalam keterangannya pada Jumat, 15 Mei 2026.

Ia menilai, dua hari terakhir, yaitu Kamis 14 Mei dan Jumat 15 Mei, merupakan ujian bagi Indonesia. Sebab, pada saat perdagangan libur karena tanggal merah, tensi geopolitik di Timur Tengah terus memanas.

Sementara itu, kata Ibrahim, Bank Indonesia hanya bisa melakukan intervensi di pasar internasional selama periode libur. Oleh karena itu, dampak tekanan eksternal terhadap rupiah menjadi lebih besar. Namun, ia menilai kondisinya bisa saja berbeda saat perdagangan dibuka pada Senin, 18 Mei 2026.

Dari segi eksternal, Ibrahim menyebut menguatnya dolar AS dipengaruhi oleh arah kebijakan bank sentral atau The Federal Reserve (The Fed). The Fed diperkirakan tidak akan menurunkan suku bunga sepanjang 2026 karena kenaikan inflasi AS yang cukup signifikan.

Sementara itu dari segi internal, Ibrahim menyoroti besarnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab, pelemahan rupiah berdampak pada melonjaknya belanja subsidi minyak.


Anastasya Lavenia Yudi berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |