2.242 Peserta Siap Bertarung di MTQ Nasional Semarang 8 Cabang Musabaqah 1 Target Besar: Membawa Talenta ke Panggung Dunia

6 hours ago 13
SantriIlustrasi santri. AI generated

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 2.242 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia akan ambil bagian dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, 11–20 September 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang musabaqah yang mempertemukan talenta-talenta terbaik di bidang Al-Qur’an.

Namun, MTQ Nasional XXXI 2026 tidak hanya diarahkan sebagai arena perebutan prestasi. Pemerintah melihat ajang tersebut sebagai salah satu sumber talenta keagamaan Indonesia yang berpotensi dikembangkan hingga ke level internasional.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan kemampuan yang lahir dari kompetisi MTQ selama bertahun-tahun memiliki potensi lebih besar jika dikelola secara berkelanjutan.

“Dalam beberapa bulan terakhir kami kerap diajak berkoordinasi membahas manajemen talenta atau talent scouting terkait prestasi keagamaan. Bimas Islam menjadi salah satu pihak yang diajak berkoordinasi terkait hal tersebut,” ujar Abu Rokhmad dalam Technical Meeting dan Penetapan Peserta MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026, Senin (31/8/2026).

Menurut dia, pelaksanaan MTQ secara berjenjang telah melahirkan talenta di berbagai bidang. Potensi itu dinilai dapat menjadi bagian dari modal sosial Indonesia, termasuk untuk memperkuat diplomasi keagamaan di tingkat global.

“Kita melihat bahwa MTQ dengan segala cabang lombanya dapat menjadi salah satu talenta yang perlu terus didorong, sehingga menjadi modal kapital sosial kita dalam konteks diplomasi keagamaan,” katanya.

Abu Rokhmad bahkan mendorong agar hasil-hasil MTQ tidak berhenti sebagai catatan prestasi di tingkat nasional.

“Kita bisa menjadikan hasil-hasil MTQ ini sebagai salah satu talenta yang dapat kita sebarluaskan dan diseminasikan kepada masyarakat di seluruh dunia,” lanjutnya.

Karena itu, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) diharapkan terus melakukan inovasi dan pengembangan pembinaan sehingga talenta yang lahir dari MTQ memiliki ruang untuk berkembang dan semakin dikenal di tingkat internasional.

8 Cabang, 2.242 Peserta

Pada MTQ Nasional XXXI 2026, para peserta akan bersaing dalam delapan cabang dengan jumlah peserta sebagai berikut:

✓ Seni Baca Al-Qur’an: 329 peserta
✓ Qira’at Al-Qur’an: 184 peserta
✓ Hafalan Al-Qur’an: 331 peserta
✓ Tafsir Al-Qur’an: 130 peserta
✓ Fahmil Qur’an: 196 peserta
✓ Syarhil Qur’an: 202 peserta
✓ Seni Kaligrafi Al-Qur’an: 315 peserta
✓ Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ): 64 peserta

Jumlah tersebut menunjukkan luasnya spektrum kompetisi MTQ, mulai dari kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, pemahaman tafsir, hingga seni kaligrafi dan karya tulis ilmiah.

Sementara itu, proses seleksi peserta dilakukan melalui tahapan administrasi dan verifikasi yang cukup ketat.

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis Muhammad Hanafi, menjelaskan pendaftaran peserta dilakukan melalui sistem e-MTQ pada 10–31 Juli 2026 dan diikuti seluruh kafilah provinsi.

Data peserta kemudian diverifikasi berdasarkan persyaratan administratif sesuai petunjuk teknis. Bahkan, data kependudukan peserta dipadankan secara elektronik dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan validitas data peserta sekaligus mencegah persoalan terkait identitas maupun domisili.

Bagi Muchlis, ukuran keberhasilan MTQ tidak cukup hanya dilihat dari pelaksanaan perlombaan. Ada tujuan yang lebih besar, yakni bagaimana nilai Al-Qur’an semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Keberhasilan MTQ ini tidak hanya diukur dari kemegahan pembukaan dan kelancaran perlombaannya, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kemampuan kita memperluas kecintaan masyarakat kepada Al-Qur’an, dan juga upaya kita menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan,” tuturnya.

MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang pun menjadi momentum untuk mempertemukan ribuan peserta sekaligus menguji hasil pembinaan tilawatil Qur’an dari berbagai daerah.

Panitia pusat juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah, seluruh LPTQ provinsi, panitia pusat dan daerah, serta berbagai pihak yang terlibat dalam persiapan penyelenggaraan MTQ Nasional tahun ini.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku tuan rumah, seluruh LPTQ Provinsi, seluruh Panitia Pusat dan Daerah, serta semua pihak yang telah bekerja sama dalam mempersiapkan MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026 ini,” pungkas Muchlis.

Dengan 2.242 peserta yang telah ditetapkan, MTQ Nasional XXXI 2026 bukan hanya akan menjadi panggung kompetisi antarkafilah. Ajang ini juga menjadi ruang untuk melihat sejauh mana talenta keagamaan Indonesia dapat terus dibina, dikembangkan, dan suatu saat dibawa ke panggung internasional. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |