Serangan AS ke Pulau Larak, Benarkah Iran Menebar Ranjau Laut ke Selat Hormuz dengan Roket?

2 hours ago 20

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Amerika Serikat (AS) mengklaim serangannya ke pulau Larak, Iran, belum lama ini, untuk menargetkan peluncur roket yang digunakan untuk menyebar ranjau laut di Selat Hormuz.

Para pemimpin Iran mengecam serangan tersebut sebagai "tindakan agresi." Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kemudian melancarkan serangan balasan ke dua pangkalan militer AS di Yordania.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut sejumlah anggota dan warga sipil tewas akibat serangan AS tersebut. Kantor berita semi-pemerintah, Tasnim, melaporkan sedikitnya dua orang tewas dan dua lainnya luka-luka.

Namun, bisakah ranjau laut benar-benar disebar menggunakan roket? Berikut ulasannya yang dikutip dari Al Jazeera:

Bisakah ranjau laut diluncurkan dengan roket?

Harlan Ullman, pensiunan perwira senior Angkatan Laut AS, menilai klaim AS mengenai penyebaran ranjau lewat roket "tidak masuk akal." Ia menduga AS mungkin menerima laporan intelijen bahwa Iran siap memakai peluncur dari kapal, namun Washington sengaja memperkecil tingkat ancaman tersebut.

"Menurut saya, roket yang menghantam air akan menciptakan benturan keras yang merusak ranjau itu sendiri," kata Ullman.

"Iran punya banyak opsi lain untuk menanam ranjau. Saya ingin tahu dari Komando Sentral AS (CENTCOM) mengapa mereka berpikir Iran menggunakan roket, yang bagi saya sangat tidak lazim."

Meski demikian, Iran sendiri pernah memamerkan kemampuannya menggunakan rudal untuk menyebar ranjau laut.

Pada Januari 2025, televisi pemerintah Iran menayangkan IRGC yang diduga menggunakan sistem peluncur roket multi-laras (MLRS) Fajr-5 untuk menanam ranjau selama latihan angkatan laut. Sistem jarak menengah ini utamanya dirancang untuk menembakkan roket berhulu ledak dan dipasang di atas truk agar tangguh di medan berat.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |