Dari Koreografi Hingga Lirik, Ini Proses Membangun Purple Tea di Night Shift for Cuties

4 hours ago 10

CANTIKA.COM, Jakarta - Musik menjadi salah satu elemen penting dalam serial Netflix Night Shift for Cuties. Bukan sekadar soundtrack pelengkap adegan, lagu-lagu yang hadir dalam serial produksi Soda Machine Films ini dirancang untuk menjadi bagian dari perjalanan emosional para karakternya, sekaligus memperlihatkan bagaimana fandom dapat menjadi ruang aman bagi seseorang untuk bertahan menghadapi realitas hidup.

Melalui Purple Tea, girl group fiktif yang menjadi idola Muti dan Jenar, tim kreatif berupaya menghadirkan pengalaman fandom yang terasa autentik bagi penonton. Bicara soal dapur produksi, Purple Tea dibangun bukan hanya sebagai elemen estetika khas serial bertema K-pop, melainkan sebagai grup idola yang memiliki identitas, karakter, hingga hubungan emosional dengan para penggemarnya.

Sutradara Monica Vanesa Tedja atau yang akrab disapa Mica mengatakan bahwa sejak awal Purple Tea memang dirancang sebagai ruang pelarian yang terasa nyata bagi karakter utama. "Kami tidak mau Purple Tea terasa seperti tempelan. Mereka harus terasa hidup, punya karakter, punya perjalanan, bahkan punya hubungan dengan penggemarnya. Karena buat Jenar dan Muti, mereka bukan sekadar idola, tapi tempat pulang," ujar Mica.

Menciptakan Girl Group

Girl group Purple Tea dalam serial "Night Shift For Cuties". Foto: Netflix

Lalu untuk mewujudkan Purple Tea sebagai girl group yang terasa nyata, tim produksi juga memberi perhatian khusus pada proses pemilihan para pemerannya. Produser Kevin Ryan Himawan mengungkapkan bahwa aspek visual, kemampuan vokal, hingga koreografi menjadi pertimbangan utama. "Saya dan Aline (penulis naskah) mencoba memilih berdasarkan pairing ketika empat anggota disatukan, yaitu tiga calon aktor dari Korea Selatan dan seorang aktor Indonesia yang sudah kami pilih, Gabriella Novangeline," katanya.

Setelah proses casting selesai, para aktor asal Korea Selatan datang ke Jakarta untuk menjalani berbagai persiapan. Selama sekitar satu bulan, mereka mempelajari koreografi dan lagu, mengikuti sesi reading, hingga menjalani tes tata rias dan kostum. Lebih lanjut Kevin menyebut, proses tersebut menjadi pengalaman yang menegangkan sekaligus menyenangkan, terutama saat menjalani latihan koreografi bersama koreografer Chemmy.

Hadirkan Lagu-Lagu Bernuansa K-Pop

Tak hanya membangun identitas Purple Tea melalui para pemerannya, tim produksi juga memastikan lagu-lagu yang dibawakan dapat berdiri sendiri sebagai karya musik yang kuat di luar serial. Soda Machine Films kemudian mempercayakan proses penciptaan lagu kepada Kenny Gabriel sebagai komposer dan Monica Eva Sancti atau Moneva sebagai penulis lirik. Keduanya pun ditantang untuk menciptakan lagu yang tidak hanya terdengar seperti musik K-pop, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan perjalanan emosional karakter dalam cerita.

"Kami harus bikin lagu yang kalau dilepas dari serial ini tetap bisa berdiri sendiri sebagai lagu K-pop. Tapi di saat yang sama lagu tersebut harus spesifik, harus terasa seperti lagu yang bisa bikin Jenar merasa 'ini gue banget'," kata Moneva.

Menurutnya, proses kreatif tersebut membuat lagu-lagu Purple Tea tidak hanya mengikuti formula industri K-pop. Setiap komposisi disesuaikan dengan kebutuhan cerita, sementara lirik ditulis cukup personal untuk terasa intim, tetapi tetap universal agar dapat diterima oleh lebih banyak pendengar.

Desainer produksi Wencislaus De Rozari menambahkan bahwa Purple Tea sengaja dibentuk sebagai sosok yang nyaris sempurna untuk memperkuat dinamika cerita. "Purple Tea itu ideal. Mereka disiplin, cantik, berbakat, semuanya on point. Justru karena itu mereka jadi cermin buat karakter-karakter di sini yang hidupnya berantakan, penuh luka, dan tidak pernah merasa cukup," ujarnya.

Kontras tersebut pun menjadi salah satu fondasi penting dalam Night Shift for Cuties. Melalui Purple Tea, Muti dan Jenar memproyeksikan harapan serta versi terbaik dari diri mereka pada sosok yang sebenarnya tidak pernah benar-benar bisa mereka jangkau. Sebagai bagian dari serial ini, Purple Tea membawakan sejumlah lagu orisinal, yaitu "B-B-Believe It", "Jelly", "Goodbye, Badbye", "Obsesh Wit U", dan "Goodbye, Badbye (Remix)", sementara lagu "Life Like Lies" dibawakan oleh Boki. Seluruh lagu tersebut diciptakan oleh Kenny Gabriel dengan lirik yang ditulis Monica Eva Sancti.

Pilihan Editor: Monica Vanesa Tedja Jelajah Dunia K-pop Lewat Serial Perdana Night Shift for Cuties

LANNY KUSUMASTUTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |