FILM komedi terbaru Warkop DKI: Viralin Dong! akan tayang pada Kamis, 11 juni 2026. Film produksi Falcon Picture ini disutradarai oleh Herwin Novianta, dengan kolaborasi 3 sineas asal Thailand, Bajong Pisanthanakun, Chanatit Dhanasevi dan Thamsatid Chaeronrittichai. Indro Warkop turut terlibat bagian dalam ide cerita dan pemeran film.
Pilihan Editor: Raam Punjabi: Dari Importir Film India ke Ledakan Warkop DKI
Film ini merupakan film kelima dari Warkop DKI yang di produksi oleh Falcon Pictures setelah Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part I (2016), Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part II (2017), Warkop DKI Reborn 3 (2019), dan Warkop DKI Reborn 4 (2020), serta Warkop DKI Kartun.
Film komedi horor ini mengangkat kebudayaan Indonesia serta candaan seputar isu terkini. Menceritakan tentang Dono, Kasino, dan Indro yang dipecat karena melakukan kesalan pekerjaan yang harus banting setir menjadi seorang content creator YouTube. Hal ini akan membawa mereka pergi ke suatu desa di pulau terpencil untuk membuat konten bertema kebudayaan, seorang cucu pulang kampung untuk menemui keluarganya yang sudah meninggal dengan berbalut cerita drama dan horor masyarakat sekitar desa tersebut. Cerita ini akan membawa mereka suatu fakta tersembunyi dati suatu kasus pembunuhan di desa tersebut untuk dipecahkan oleh mereka.
Film Warkop DKI: Viralin Dong! dibintangi oleh aktor Deddy Mahendra Desta atau Desta memerankan Dono, Vino G. Bastian sebagai Kasino, dan Tora Sudiro sebagai Indro. Memerankan karakter Dono merupakan kesulitan tersendiri bagi Desta. Ia harus menggunakan gigi palsu agar mirip dengan karakter asli dari Dono. Desta mengaku memerankan Dono merupakan kehormatan tersendiri.
Film ini merupakan kolaborasi sineas Indonesia dengan Thailand. Banjong Pisanthanakun, sebelumnya terkenal menyutradarai film Pee Mak dan The Medium, menawarkan ide cerita baru.
“Kami sudah bertahun–tahun sudah menulis cerita, Warkop DKI kelima tidak ketemu, kami sudah ganti-ganti penulis Indonesia, kami merasa kurang kuat untuk ditampilkan kembali di Warkop DKI kelima, sampai kami bertemu 2 tahun lalu dengan Banjong, kami coba eksplor kerjasama antara kedua negara, dan disambut baik oleh Banjong dan tim, akhirnya berkelanjutan. Dan dari mereka (Banjong dan tim) memberikan sinopsis dan kami suka,” Fredirica selaku produser Falcon Pictures dalam konferesi pers di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Tantangan yang dirasakan penulis asal Thailand ini adalah perbedaan budaya dan nama besar Warkop DKI. Perbedaan budaya antara Indonesia dengan Thailand mempengaruhi pola pengembangan cerita. Meski demikian ini bukan menjadi halangan dalam produksi film, orientasi dan keterlibatan beberapa pihak Falcon Pictures dalam menyesuaikan dengan kebudayaan Indonesia.
Selain horror ada satu pesan penting, yaitu persahabatan. Hal ini disampaikan oleh Indro Warkop sendiri, ketika pemeran Dono (Desta), Kasino (Vino G Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) berpelukan dalam adegan di film. Momen itu mengingatkan Indro Warkop ketika masih bersama almarhum Dono dan Kasino dulu. Momen persabatan menjadi inti pesan yang ingin disampaikan ketika suatu orang memiliki perbedaan politik dan pandangan. Untuk kembali mengingatkan meskipun ada perbedaan antara kita, kita semua adalah satu bangsa.
NOOR RAYHAN MUHAMMAD
Pilihan Editor: Rekomendasi Film: Kisah He-Man hingga Dokter Daerah Pelosok

















































